Tuesday, August 26, 2008

Salah paham pengertian "Free Software": Kasus Job Posting di Jobsdb

Berhubung lagi berburu kerjaan ( :D ), saya jadi sering buka berbagai situs lowongan pekerjaan, diantaranya yang saya baca tadi pagi adalah JobsDB. Meskipun merasa saya nggak selevel untuk bisa masuk sebagai Territory Manager, saya toh tetep iseng aja buka lowongan untuk Territory Manager - West Java. Wah disitu saya membaca hal yang mengasyikkan ( :D ) diantara beberapa key responsibilites:
Be responsive to all competitive threats from NCS (Non-Commercial Software) movement, in particular Linux and StarOffice and ensure proactive plan to combat this threat in all accounts
Disitu dikatakan deskripsi perusahaan sebagai berikut:
Our client is an excellent company to work with, as it is one of the biggest names in IT industry worldwide
Hmm .. wah ada beberapa hal yang perlu dibicarakan disini:
  1. Bagaimana mungkin perusahaan dengan nama terbesar di dunia IT tidak memahami perbedaan software komersial dengan software bebas? Atau memang mau menyesatkan dengan membuat istilah NCS (Non Commercial Software) untuk software-software yang jelas komersial? Lihat di FAQ dari StarOffice: ... StarOffice 8 software is a commercial product built on the open source code of OpenOffice.org.... Setahu saya, setiap key responsibilities, diambil dari client yang memerlukan pegawai jadi mestinya ini bukan dari Monroe Consulting. Tidak ada juga yang mewajibkan Linux harus gratisan.
  2. Barangkali mereka harus belajar membedakan arti dari free software (di Indonesia diterjemahkan sebagai "software bebas"). URL berikut ini bisa digunakan untuk mempelajari pengertiannya: The Free Software Definition dan Debian - What Does Free Mean?. Software bebas sama sekali tidak berkaitan dengan harga, tidak harus non commercial.
  3. Barangkali penyesatan istilah dari Free Software menjadi Non Commercial Software bisa jadi merupakan siasat bisnis untuk mengurangi respek dari kalangan bisnis terhadap eksistensi berbagai software bebas.
  4. Kalau memahami pengertian software bebas saja tidak mampu, bagaimana mungkin bisa menerima key responsibility untuk "combat this threat in all accounts"? Now, that is really really bad.
  5. Ternyata eksistensi software bebas semakin ditakuti. Hahaha ... Saran saya sih, jangan mencampur adukkan masalah harga dengan kebebasan. Jadinya ya keblinger gitu.
Now, can you guess the company name? :-D