Maret 11, 2013

Instalasi Arch Linux 2013.03.01 - Lebih Tidak Ramah dari Sebelumnya

Saat tadi menginstall Arch Linux menggunakan image tanggal 1 Maret 2013 (Arch 2013.03.01), saya cukup terkejut dengan "kemajuan" dari distro ini. Dulu pertama saya install distro ini (saya lupa tahunnya, sudah lama), masih relatif ramah dengan menu mode teks. Jika dulu ada menu dan antarmuka teks yang menuntun ke instalasi sistem Arch, saat saya mencoba kemarin, semua menu ini hilang. Semua digantikan dengan instruksi minimal dari Wiki dalam bentuk file install.txt di $ROOT_HOME/ (/root). Surprise!

Petunjuk instalasi minimal dan pada beberapa hal kurang jelas. Sangat disarankan untuk ada komputer lain yg terkoneksi ke Internet. Selain itu, bersiaplah menghadapi kekacauan. Instalasi disini saya laksanakan di Lenovo G480 dengan image iso Arch Linux dual (32 bit dan x86_64) 2013.03.01 dengan koneksi TelkomSpeedy. Langkah-langkah ini saya ambil dari petunjuk instalasi, tetapi dengan beberapa penjelasan yang lebih jelas supaya tidak terjadi kesalahan.

  • Download image .iso dari https://www.archlinux.org/download/ - saya menggunakan image dual 2013.03.01 - besarnya sekitar 500an MB.
  • Burn image tersebut kedalam CD/DVD
  • Disable UEFI dari setting BIOS (dilakukan sebelum masuk ke OS, di Lenovo G48 dilakukan dengan menekan F2)
  • Konfigurasikan di setup BIOS untuk booting dari DVD/CD.
  • Setelah booting, anda akan dihadapkan pada prompt superuser setelah otomatis login. 
  • Atur partisi lebih dulu: "# cfdisk /dev/sda", setelah itu buat partisi-partisi yang anda inginkan. Untuk kasus saya, hanya saya buat 495 GB dalam 1 partisi (/dev/sda1) serta 5 GB untuk swap.
  • Buat filesystem di partisi /dev/sda1: "# mkfs.ext4 /dev/sda1"
  • Mount partisi baru tersebut. Partisi tersebut akan kita gunakan untuk base system dari Arch Linux:  "mount /dev/sda2 /mnt".
  • Ethernet card tidak terdeteksi, tetapi WLAN0 langsung terdeteksi dan aktif, jadi tinggal kita setup saja. Pada posisi ini, kita masih berada pada mode booting CD. Pada file /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf - isikan berikut ini (lainnya di buat sebagai baris komentar, depan diletakkan #)
network={
ssid="nama ESSID"
psk="password"
priority=1
}
  • Aktifkan WLAN0:
wpa_supplicant -i wlan0 -c /etc/wpa_supplicant/wpa_supplicant.conf &
  • Karena DHCP sudah aktif, biasanya sudah akan bisa terkoneksi. Jika belum, matikan service DHCP:  "# systemctl stop dhcpcd.service". Setelah itu aktifkan DHCP menggunakan: "# dhcpcd wlan0".
  • Bootstrap base system: "# pacstrap /mnt base base-devel"
  • Install GRUB2: "# arch-root /mnt  -S base base-devel"
  • Install syslinux: "# arch-root /mnt -S syslinux"
  • Buat fstab (saya tambahkan untuk UUID / -U):
# genfstab -p -U  /mnt >> /mnt/etc/fstab

  • # arch-chroot /mnt
  • pacman -S elinks vim mc wpa_supplicant net-tools
  • Ikuti "Installation Guide", pada bagian "Configure the booloader: refer back to the appropriate article from the bootloader installation section", konfigurasi GRUB2 dengan cara menjalankan perintah2 berikut ini: (1) gtub-mkconfig (2) grub-install.
  • Set password untuk root: # passwd
  • Tekan Ctrl-D untuk keluar dari chroot.
  • umount /mnt
  • reboot
Berikutnya, anda tinggal mengikuti berbagai dokumentasi di wiki Arch Linux untuk instalasi software-software tambahan.





0 comments:

Poskan Komentar