Juli 14, 2013

Pengantar Teknologi Basis Data Graf

Artikel ini merupakan pengantar ke basis data graf yang sekarang mulai marak dibicarakan dan diimplementasikan. Pengantar ini diperlukan sebelum membahas software basis data graf terdistribusi menggunakan Titan [1]. Jika akan dikategorikan, Titan ini masuk ke dalam kategori basis data NOSQL (Not Only SQL) untuk membedakan dengan basis data relasional (RDBMS) seperti PostgreSQL, MySQL, Oracle Database 10g yang menggunakan SQL sebagai bahasa untuk query (DDL maupun DML). Jika sudah terbiasa dengan "standar" SQL, bersiap-siaplah kaget dengan dunia NOSQL yang sangat bervariasi [2]. Artikel ini akan terdiri atas beberapa seri dan nantinya akan lebih dikonsentrasikan ke penggunaan Titan.

Big Data

Tulisan ini sama sekali tidak untuk menunjukkan bahwa RDBMS adalah teknologi yang sudah usang dan tidak pantas dipakai, tapi saya lebih meyakini bahwa setiap kreasi itu mempunyai kesesuaian dalam menyelesaikan masalah tertentu. Demikian juga dengan NOSQL yang kebanyakan berasal dari kebutuhan dari pengelolaan data yang masif. Pengelolaan data yang masih ini dikenal juga dengan 2 istilah:
  1. "Web scale" untuk menunjukkan kemampuan skalabilitas pada aplikasi yang memerlukan data sangat besar yaitu aplikasi Web. Tentu ini bukan aplikasi Web yang bersifat personal (seperti wiki sederhana, CMS dengan ruang lingkup kecil, dan sejenisnya), tetapi lebih pada aplikasi Web skala besar dengan akses dan keanggotaan sampai ke seluruh dunia (misal: Facebook, Twitter).
  2. "Big data", untuk menunjukkan kebutuhan data yang sangat masif karena seringkali data bersifat realtime dan berjumlah sangat besar sehingga harus dikelola dalam cluster-cluster. Istilah ini mulai populer seiring dengan paper dari Google: MapReduce (framework untuk model pemrograman bagi pemrosesan data yang sangat besar) [3]  dan BigTable [4].

Basis Data Graf

Basis data graf (Graph Database) adalah basis data yang menggunakan graf dalam pemodelan data. Graf merupakan cabang ilmu dari matematika yang dikenal mempunyai keterkaitan aplikasi dengan banyak disiplin ilmu lainnya. Teori graf sudah berumur panjang. Teori graf ini pertama kali dikenal sejak Leonhard Euler menulis paper "Seven Bridges of K√∂nigsberg" pada tahun 1736. Dalam matematika, graf ini merupakan bagian utama dari Matematika Diskrit. Meski banyak buku yang ditulis terkait dengan teori graf, buku dari Frank Harary tentang teori graf pada 1969 membuat banyak peneliti dari berbagai disiplin ilmu menyadari pentingnya teori graf terkait dengan berbagai macam disiplin ilmu. Teori graf ini juga dikembangkan di dunia software untuk pemodelan data, terutama untuk pemodelan dan analisis yang memerlukan keterkaitan dalam bentuk graf. Perkembangan akhir-akhir ini menunjukkan bahwa teori graf ini bisa diterapkan untuk basis data dan membentuk basis data graf. 

Pada basis data graf, data akan dimodelkan dalam bentuk graf (terdiri atas sekumpulan vertex (node) dan dihubungkan dengan dengan edge / arc) yang memungkinkan berbagai macam operasi dilakuan pada struktur data tersebut, misalnya traversal, pattern matching, penemuan "knowledge" baru (reasoning), dan lain-lain. Banyak aspek kehidupan manusia pada dasarnya bisa dimodelkan dengan graf. Contoh paling sederhana, fasilitas rekomendasi teman pada Facebook adalah hasil dari penerapan teori graf: saya mengenal A, A mengenal B, B mengenal C, C mengenal D, dan seterusnya, kemudian dicari pola yang sama antar individu tersebut sehingga bisa dihasilkan rekomendasi bahwa saya mungkin juga mengenal D.

Beberapa basis data yang menggunakan graf untuk pemodelan data antara lain:
  1. OrientDB [5]
  2. Neo4J [6]
  3. AangoDB [7]
  4. HyperGraphDB [8]
  5. InfiniteGraph [9]
  6. Titan
Kebanyakan basis data graf disediakan untuk keperluan Big Data, meski ada juga in-memory graph database yang cocok untuk pemrosesan yang cepat dan tidak untuk keperluan pengelolaan data masif.

Bentuk Spesifik dari Basis Data Graf: TripleStore dan QuadStore

TripleStore merupakan pemodelan data yang berdasarkan pada spesifikasi dari W3C yaitu RDF (Resource Description Framework). Pada pemodelan ini, pemodelan akan didasarkan pada S-P-O (Subyek Predikat Obyek), misalnya "Bambang menulis artikel". QuadStore adalah TripleStore yang menyertakan dukungan Named Graph yang memungkinkan suatu graf diidentifikasikan berdasarkan pada URI. Contoh dari basis data QuadStore ini adalah OpenLink Virtuoso [10]. Beberapa contoh TripleStore:

1. Bigdata [11]
2. AllegroGraph [12]
3. Meronymy - sekarang berganti nama menjadi SparkleDB [13] - sekaligus QuadStore

"Standar" Basis Data Graf: Tinkerpop Stack

Dengan adanya banyak implementasi tersebut, tentu akan mulai banyak kesulitan karena akan muncul berbagai macam implementasi dan pada akhirnya menyebabkan para pengguna dan developer untuk mempelajari basis data tersebut secara spesifik. Saat ini, dikembangkan "standar" untuk pengelolaan basis data graf tersebut. Saya tulis "standar" menggunakan tanda petik karena standar disini tidak diimplementasikan dalam suatu organisasi standar seperti ANSI atau ISO, tetapi lebih ke aarah kesepakatan antara banyak developer yang bekerja dengan basis data graf dan dilakukan oleh komunitas. Standar yang banyak dianut saat ini dikembangkan oleh Tinkerpop [14] dan mempunyai standar paling mendasar yang dikenal dengan sebutan Blueprints [15].

Standar dari Tinkerpop ini terdiri atas berbagai lapisan (sehingga sering disebut sebagai 'stack'). Standar paling mendasar adalah Blueprints. Standar lainnya bisa dilihat di website Tinkerpop. Pada artikel ini saya lebih menekankan pada kedudukan dari berbagai macam standar tersebut. Standar Tinkerpop ini jika diibaratkan dalam dunia pemrograman yang melibatkan SQL di Java, mempunyai kedudukan yang setara dengan JDBC. Dengan demikian, skema dari standar ini adalah sebagai berikut:

Source code <-----> Tinkerpop API <-----> basis data graf

Dengan demikian, source code akan bersifat portable dan tidak terlalu tergantung pada basis data graf tertentu. Vendor basis data graf perlu mengimplementasikan "driver" Tinkerpop supaya bisa diakses menggunakan API Tinkerpop. Pada saat ini, banyak sekali software basis data graf yang mengimplementasikan API tersebut [16].

Bagaimana dengan TripleStore dan QuadStore pada Tinkerpop?

Sebagai bagian dari basis data graf, TripleStore dan QuadStore juga mendapatkan perhatian dari Tinkerpop. Tinkerpop menyediakan Ouplementations [17] yang menggunakan SAIL dari Sesame [18] sehingga RDF ini juga bisa diakses melalui stack Tinkerpop meskipun relatif lebih rumit. 

Referensi

[2] Lihat misalnya di http://www.nosql-databases.org

0 comments:

Poskan Komentar